Kisah Achmad Subardjo, Penyumbang Pokok Pemikiran Alinea Pertama Teks Proklamasi

Diana Aslamiyyah, Jurnalis
Minggu 06 Agustus 2023 06:00 WIB
Achmad Subardjo dikenal sebagai salah satu perumus naskah teks proklamasi Kemerdekaan RI
Share :

Achmad Soebardjo berusaha mencari keberadaan Soekarno-Hatta dengan menumui Wikana sebagai salah satu golongan muda. Achmad Soebardjo meyakinkan Wikana bahwa proklamasi akan segera dilakukan.

Setelah itu ia pun diantarkan menuju Rengasdengklok. Tetapi Achmad Soebardjo tidak langsung diantarkan kepada Soekarno-Hatta, melainkan menemui Mayor Subeno terlebih dahulu.

Mayor Subeno meminta agar proklamasi dilakukan pada saat itu juga, tetapi Achmad Soebardjo menolak karena menganggap hal tersebut tidak masuk akal. Sama seperti saat ia menemui Wikana, Achmad Soebardjo juga menyakini Mayor Subeno bahwa proklamasi akan segera dilakukan.

 BACA JUGA:

Ia bahkan memberikan jaminan jika ia gagal maka ia bersedia untuk di tembak mati. Achmad Soebardjo kemudian diizinkan untuk membawa Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

Bertempat di rumah Laksamana Maeda, Achmad Soebardjo bersama Soekarno-Hatta merumuskan teks proklamasi. Mereka sama-sama menuangkan ide dan pikiran mengenai teks proklamasi. Achmad Soebardjo menyumbangkan pokok pemikirannya pada kalimat “Kami Rakyat Indonesia, Dengan ini menyatakan kemerdekaan kami”.

Kalimat tersebut berada di alinea pertama rumusan teks proklamasi. Tetapi kemudian berubah menjadi “Kami bangsa Indonesia” setelah melalui beberapa pertimbangan. Teks proklamasi itu kemudian ditanda tangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Pada masa awal kemerdekaan, Achmad Soebardjo ditunjuk langsung oleh Soekarno sebagai menteri luar negeri pertama Indonesia. Ia ikut berjuang dalam mengupayakan agar kemerdekaan Indonesia diakui secara internasional.

Tetapi pada masa kabinet Sjahrir, Achmad Soebardjo sempat dipenjara karena dianggap sebagai kolaborator Jepang yang mengancam jalannya pemerintahan. Ia ditahan di penjara Tretes Magelang dan dibebaskan atas keputusan Soekarno pada 17 Agustus 1948.

Achmad Soebardjo kemudian wafat akibat menderita flu yang menimbulkan komplikasi pada 15 Desember 1978. Ia dimakamkan di Cipayung, Bogor.

(Furqon Al Fauzi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya