Di akhir rangkaian sidang, Puan menuturkan AIPA akan menyetujui Komunike Bersama (Joint Communique) yang memuat komitmen kuat Parlemen untuk menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai permasalahan global.
"Diplomasi Parlemen, dapat meningkatkan saling pengertian dan membangun kepercayaan (trust building) antar negara di Asia Tenggara. Indonesia melalui DPR RI sendiri, dalam 2 tahun ini telah menjadi salah satu pusat diplomasi Parlemen global dan regional," sebut Puan.
Sejalan dengan pernyataan Puan, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Parlemen memiliki peran krusial dalam memperjuangkan aspirasi rakyat ke dalam setiap keputusan yang dilakukan pemerintah.
"Parlemen adalah cermin keterwakilan suara rakyat. Pembukaan piagam ASEAN dibuka dengan kata We The Peoples, artinya aspirasi rakyat ASEAN harus dikedepankan, aspirasi rakyat ASEAN harus diperjuangkan," papar Jokowi dalam sambutannya.
Sementara itu Sekjen AIPA Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman memastikan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Sidang Umum AIPA Ke-44 yang menurutnya mampu membawa berbagai isu untuk diselesaikan secara bersama.
"AIPA telah mengadopsi 961 resolusi mulai dari isu politik, ekonomi, sosial, perempuan, dan organisasi. Resolusi-resolusi merupakan bukti anggota parlemen AIPA dapat memenuhi penguatan hukum parlemen dalam konteks nasional," ucap Siti.
"Anggota parlemen AIPA harus terus melayani aspirasi masyarakat di ASEAN, serta menjadi panduan hukum antar anggota untuk diadaptasi sebagai kebijakan atas isu-isu yang menjadi kesepakatan bersama," tutupnya.
(Karina Asta Widara )