“"Marilah kita bekerja bersama menjaga Asia Tenggara yang kondusif untuk mewujudkan kehidupan masyarakatnya yang tenteram, maju, dan sejahtera. ASEAN kuat, karena bersatu. ASEAN bersatu, karena kuat. One ASEAN family, together we are one,” imbuh cucu Bung Karno tersebut.
Dalam Sidang Umum AIPA Ke-44 ini akan dibahas sejumlah isu strategis bersama Komisi Politik, Komisi Ekonomi, Komisi Sosial, Komisi Organisasi, Komisi Perempuan, serta Komisi Pemuda.
Sejumlah isu yang dibahas seperti penyelesaian situasi di Myanmar, di mana AIPA mendorong implementasi 5 konsesus ASEAN. Lalu bagaimana menurunkan ketegangan (geopolitical tension) akibat persaingan antara kekuatan besar di Asia Tenggara, serta pelibatan lebih besar pemuda-pemudi pada dunia politik, termasuk Parlemen.
"Di tengah berbagai masalah di masing-masing negara, kita tetap perlu menjaga komitmen bahwa kebersamaan ASEAN akan saling membantu dan memperkuat. Bersama, ASEAN akan menjadi lebih kuat," ucap Puan.
Sidang Umum AIPA juga turut menghadirkan agenda bersama parlemen negara-negara observer. Puan berharap, dialog antara anggota AIPA dengan negara observer dapat menjembatani dan membangun hubungan yang potensial dalam mengembangkan preventive diplomacy.
"Dialog antara Parlemen negara AIPA dengan negara observer diharapkan menjembatani perbedaan dan membangun prediktabilitas hubungan antara kekuatan besar di Kawasan," kata mantan Menko PMK itu.
Sidang Umum AIPA ke-44 nantinya akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung tema dan sinergi antara pemerintah dan parlemen negara-negara ASEAN.