Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Prabowo Ajak Pemimpin ASEAN Bersatu Tegakkan Hukum Internasional

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |16:15 WIB
Presiden Prabowo Ajak Pemimpin ASEAN Bersatu Tegakkan Hukum Internasional
Presiden Prabowo Ajak Pemimpin ASEAN Bersatu Tegakkan Hukum Internasional (Biro Pers Setpres)
A
A
A

FILIPINA - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, mengajak para pemimpin negara di ASEAN untuk mendorong penegakan hukum internasional atas setiap pelanggaran yang terjadi di tengah konflik kawasan, khususnya di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pleno ASEAN Summit yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya perlindungan warga negara ASEAN yang berada di kawasan konflik Timur Tengah. Menurutnya, banyak negara ASEAN memiliki ribuan warga yang bekerja maupun tinggal di wilayah tersebut.

"Terakhir, keselamatan dan kesejahteraan warga kita di Timur Tengah menuntut perhatian penuh kita. Saya rasa banyak dari negara kita memiliki ribuan warga negara di sana," ucap Prabowo.

Ia menegaskan, perlindungan warga negara harus menjadi prioritas utama negara-negara ASEAN. Prabowo juga menyambut tawaran Singapura untuk bekerja sama dalam proses evakuasi warga negara jika diperlukan.

"Perlindungan warga negara harus tetap menjadi prioritas utama. Saya menyambut baik tawaran Singapura untuk bekerja sama dengan negara lain jika kita harus mengevakuasi warga kita," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, ASEAN perlu memiliki pendekatan kolektif dalam menghadapi dampak konflik global terhadap kawasan.

"Saya pikir kita harus memiliki pendekatan kolektif ASEAN. Indonesia bersedia bekerja sama sangat erat dengan rekan-rekan di ASEAN," ujarnya.

Prabowo juga menyinggung gugurnya prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, menuntut adanya akuntabilitas dan penghormatan terhadap misi penjaga perdamaian.

"Kami telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kami menuntut pertanggungjawaban bahwa tugas-tugas menjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak," katanya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement