Berkarier di Dunia Pers
Setelah lulus sekolah ia menekuni profesi dalam bidang pers/kejurnalistikan sebagai redaktur harian di harian Sinar Deli Medan. Satu tahun setengan kemudian, ia kembali ke Jakarta serta menjadi pegawai di harian Sin Po yang juga berprofesi sebagai penerjemah dan pembantu Kantor Penerangan Konsul Jenderal Inggris di Jakarta.
Pada 1942, Diah menjadi penyiar bahasa Inggris di Radio Nippon Hoso Kyoku, dan tiga tahun kemudian, pada 1945 Diah ditunjuk sebagai pimpinan redaksi luar negeri karena kecakapannya daat terbentuk surat kabar Asia Raya yang diprakarsai oleh Jepang.
Meskipun ia menjadi wartawan di bawah kendali Jepang, rasa nasionalisme yang dimiliki Diah tidak pernah luntur. Melalui Asia Raya, ia mengajak rekan-rekan se profesinya untuk menulis berita yang berisi ajakan kepada para pemuda untuk berkumpul dan melakukan perubahan bagi Indonesia.
Ia kemudian dipilih sebagai pimpinan gerakan revolusioner pemuda Indonesia pada angkatan baru tahun 1945. Gerakan ini semakin sering melakukan pertemuan secara terbuka, hingga mengakibatkan kekhawatiran dari pemerintah Jepang sehingga berujung pada penangkapan B. M. Diah pada 7 Agustus 1945.