Naskah proklamasi hasil tulis tangan Soekarno kemudian dibuang ke keranjang sampah, tetapi kemudian diambil lagi dan disimpan oleh B. M. Diah. Setelah kemerdekaan, naskah yang disimpan oleh B. M. Diah menjadi salah satu arsip terpenting negara.
Setelah kemerdekaan B. M. Diah mendirikan Harian Merdeka pada 1 Oktober 1945. Ia menjadi pimpinan redaksi besama Joesoef Isak sebagai wakilnya, dan Rosihan Anwar sebagai direktur.
Sebelumnya pada April 1945, B. M. Diah bersama istrinya Herawati sudah lebih dulu mendirikan koran berbahasa Inggris bernama Indonesian Observer.
B. M. Diah kemudian wafat pada 10 Juni 1996 dan di makamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
(Rahman Asmardika)