Si ibu kemudian mengenalkan satu per satu anak-anaknya. Namun Sutiyoso kebingungan siapa yang baru naik Vespa biru tadi. Setelah mencocokan satu sama lain dengan foto yang terpampang di dinding rumah, ternyata masih ada gadis yang belum keluar ruangan.
Lalu dipanggillah gadis itu keluar. Namanya Setyorini. Setelah berhasil berkenalan, Sutiyoso pamit dan kembali ke mes Kolonel Dading. Ia pun menceritakan pengalamannya mengejar gadis Vespa biru. Tepukan bangga dari Komandan Grup 2 diterima Sutiyoso di bahunya.
BACA JUGA:
Sutiyoso kepincut gadis yang waktu itu masih kelas 3 SMP. Hatinya terus mengajaknya untuk kembali bertandang ke rumah Setyorini.
Hubungan keduanya semakin dekat. Meski jarak usia 10 tahun tapi keduanya merasa cocok. Apalagi Setyorini juga berasal dari keluarga militer. Sutiyoso kerap mengajak sang gadis berkeliling kota Magelang.
"Kita naik Vespa karena Rini takut naik Harley," kata Sutiyoso yang mengakhiri karier militernya sebagai Pangdam Jaya pada 1997 silam.
Meski sering jalan bareng, Sutiyoso dan Setyorini belum resmi pacaran. Baru setahun kemudian, sang perwira berani menyatakan cintanya. Waktu itu Rini sudah duduk di bangku SMA.
Karena Rini masih duduk di bangku SMA, hubungan dengan Sutiyoso belum bisa diteruskan ke arah yang lebih serius. Keluarga menginginkan Rini menyelesaikan pendidikannya.
Sikap Sutiyoso yang sangat perhatian membuat Rini semakin kesengsem. Ia merasa sang kekasih ngemong dirinya. Rasa cinta yang besar ini membuat Rini menjadi pencemburu. "Dia tidak bisa melihat saya parkir di tempat yang banyak perempuannya," kata Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso.