JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo terus berupaya memberantas kemiskinan. Kali ini, dengan menyerahkan bantuan sosial kepada warga di Balai Desa Tengki, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jateng.
Bantuan yang diberikan mulai dari jambanisasi Rp10,5 juta, bantuan 3,5 ton telur untuk penanganan stunting, 800 paket sembako hingga bantuan untuk 8 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp80 juta.
“Kita kasih bantuan kepada warga yang ada di Brebes. Tadi ada RTLH, kan masih ada yang buang air besar di sungai, mesti kita hentikan,” kata Ganjar dalam keterangannya, Kamis (10/8/2023).
Bantuan yang diberikan Ganjar ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-78 Jateng. Ini juga kolaborasi Dinas Sosial Pemprov Jateng bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan relawan filantropi. Untuk merealisasikan bantuan, penerima manfaat juga akan dibantu warga secara gotong royong.
Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya jambanisasi. Menurut bakal calon presiden yang didukung Partai Perindo itu, masih banyak warga Brebes yang buang air besar di sungai.
“Banyak kok yang mau bantu, sehingga aparatur yang ada di Brebes, warga Brebes, yuk kita optimalkan aktivitas kita untuk bisa mengedukasi masyarakat agar pola hidup bersih sehatnya berjalan dan mereka punya jamban semuanya,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan RTLH, Susi mengaku senang karena bisa memiliki rumah layak. Wumah warga Desa Lambarawa itu sebelumnya hanya disangga tembok sederhana dengan lantai beralaskan semen.
Susi pun menyampaikan terima kasih kepada Ganjar karena dengan adanya bantuan ini, tempat tinggalnya menjadi lebih baik. “Alhamdulillah senang, pokoknya sehat terus, sukses terus, terima kasih Pak Ganjar sudah membantu masyarakat di bawah,” katanya.
Ganjar diketahui berhasil mengentaskan kemiskinan lebih dari 60 ribu jiwa pada 2023. Dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, jumlah penduduk miskin di Jateng turun jadi 3,79 juta jiwa pada Maret 2023.
Jumlah tersebut menandakan terjadi penurunan 10,77 persen atau turun 0,21 persen poin bila dibanding September 2022 yang mencapai 10,98 persen atau 3,86 juta orang. Soal penurunan stunting, Ganjar berhasil menurunkan 51 persen angka stunting selama empat tahun terakhir secara konsisten.
Tingkat stunting di Jateng pada 2018 berada di angka 24,4 persen. Kemudian, turun pada 2019 menjadi 18,3 persen. Penurunan terus terjadi pada 2020 menjadi 14,5 persen.
Hingga 2021 turun menjadi 12,8 persen, dan terakhir pada 2022 di angka 11,9 persen. Itu diketahui berdasarkan perhitungan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM).
“Termasuk bantuan tadi RTLH, bantuan gizi untuk ibu hamil (telur) agar kita bisa mencegah stunting. Dan kita dibantu oleh Baznas, terima kasih bantuannya,” kata Ganjar.
(Arief Setyadi )