“Jadi setiap orang itu punya skalanya masing masing gitu. Tapi gimana caranya kita bisa menganggap bahwa toleransi kita, empatinya kita bahwa siapapun bisa menjadi disabilitas” Ujar Angkie.
Secara lebih lanjut Angkie juga menjelaskan bahwa untuk meminimalisir disabilitas harus dimulai dari keluarga dan bagaimana seseorang melindungi dirinya sendiri. Tetapi apabila seseorang telah menjadi penyandang disabilitas, mereka cenderung merasa kecil hati, rendah diri, hingga merasa dikucilkan sebagai kelompok minoritas. Pedahal menurut dia penyandang disabilitas juga merupakan aset sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Negara menurut data BPS yang memiliki jumlah 22,9 juta ini kan aset SDM yang artinya kita bernegara yang memiliki kesempatan yang sama dengan warga lainnya” tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)