JAKARTA - Angkie Yudistia diumumkan menjadi salah satu staff khusus presiden pada tahun 2019 lalu. Ia diangkat oleh presiden Jokowi untuk menjadi juru Bicara Presiden dalam bidang Sosial.
Ia merupakan penyandang disabillitas tunarungu, tetapi hal ini tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan mimpinya. Sejak tahun 2009 Angkie aktif mengikuti kegiatan di Yayasan Tunarungu Sehjira.
Lalu pada tahun 2011 ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Thisable Enterprise. Perusahaan ini didirikan untuk memberdayakan para penyandang disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan disabilitas dan pasar tenaga kerja.
Pada tahun 2016, pemerintah mengesahkan undang-undang mengenai penyandang disabilitas. Undang-Undang ini antara lain mengatur mengenai ragam Penyandang Disabilitas, hak Penyandang Disabilitas, pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas, koordinasi, Komisi Nasional Disabilitas, pendanaan, kerja sama internasional, dan penghargaan.
Presiden meminta pandangan Angkie sebagai penyandang disabilitas agar mengetahui bagaimana cara negara untuk memberikan dukungan dan berlaku adil bagi para penyandang disabilitas. Sehingga pemerintah bisa memberikan kebijakan publik yang berkepihakan ke penyandang disabilitas. Dan akhirnya terbentuklah Komisi Nasional Disabilitas pada 2022 lalu.
Angkie menyatakan kelanjutan program-program bagi penyandang disabilitas yang sudah dibuat oleh presiden, secara teknis dijalankan oleh kementerian lembaga. Program yang sudah dijalankan ini sesuai dengan amanah undang-undang, peraturan presiden, peraturan menteri, serta peraturan yang berkaitan untuk pemerintah pusat dan daerah.