Eko menambahkan, bila serangkaian serangan - serangan masih dilakukan oleh pejuang-pejuang arek-arek Malang selama tahun 1949. Serangan baru berhenti usai Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia, serta adanya perjanjian Konferensi Meja Bundar yang berdampak ke Malang juga.
"Penyerahannya pada 6 April 1950, serah terima kekuasaan militer di Jawa Timur, termasuk di Malang dilakukan dari Komandan KNIL Jawa timur Jenderal Mayor JA Scheffelaar kepada Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur. Semua pasukan Belanda ditarik dari wilayah Republik Indonesia secara bertahap," ujarnya.
(Arief Setyadi )