Sejarah Terbentuknya BKR, Pengawal Republik Indonesia yang Baru Dilahirkan

Nanda Aria, Jurnalis
Rabu 23 Agustus 2023 07:17 WIB
Sejarah berdirinya BKR/Foto: Okezone
Share :

“Dibentuk juga BKR di daerah, seperti di Jawa Timur pimpinan Drg. Moestopo, BKR Jawa Barat dipimpin Aroedji Kartawinata dan Soedirman memimpin BKR Jawa Tengah. Tapi untuk para pimpinan saat itu belum ada susunan kepangkatan resmi,” tambah Wahyu.

Tapi seruan Soekarno itu tak terdengar sampai ke Sumatera dan Kalimantan lantaran kendala komunikasi. Kendati demikian, satuan semi-militer untuk menjaga ketertiban didirikan di luar BKR.

 BACA JUGA:

Seperti Angkatan Pemuda Indonesia (API) di Aceh, Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) di Padang, Penjaga Keamanan Rakyat (PKRI) di Palembang, serta Barisan Pemuda Republik Indonesia (BPRI) di Kalimantan Selatan.

Tidak hanya untuk kekuatan darat. BKR Laut dan Udara juga dibentuk. Mas Pardi dipercaya membidani BKR Laut dan BKR Udara dipelopori para bekas aggota Militaire Luchtvaart, Marine-Luchtvaartdienst dan Vrijwillig Vliegers Corps, serta para mantan anggota penerbang Jepang macam Rikugun Koku Butai, Kaigun Koku Butai dan Nanpo Koku Kabusyiki.

Seruan masuk BKR juga tidak hanya ditujukan untuk para pemuda, Eks-Heiho dan PETA. Mereka-mereka yang sempat masuk KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) atau pasuka Hindia-Belanda sebelum Jepang masuk Indonesia, turut diajak masuk BKR.

 BACA JUGA:

“Ada petisi untuk para eks-KNIL yang diprakarsai Didi Kartasasmita, Abdoel Haris Nasution, Tahi Bonar Simatupang dan Oerip Soemohardjo. Setelah KNIL dibubarkan 9 Maret 1945, seluruhnya tak lagi terikat sumpah setia kepada Ratu Belanda,” sambungnya.

“Petisi itu diedarkan untuk ditandatangani ke seluruh Jawa oleh bekas perwira KNIL seperti Soedibyo dan Samidjo. Meski begitu banyak juga perwira KNIL yang kembali membelot setelah Belanda kembali ke sini (Indonesia), seperti Sultan Hamid II,” imbuh Wahyu.

Pun begitu tidak semua tokoh puas dengan pembentukan BKR. Oerip Soemohardjo sempat mencetuskan ungkapan yang sampai kini masih tersohor, “Aneh, suatu negara zonder (tanpa) tentara,”.

Harapan Oerip Soemohardjo itu baru bisa terealisasi ketika pemerintah mengeluarkan maklumat pada 5 Oktober 1945, di mana BKR yang usianya tidak sampai tiga bulan, diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (cikal-bakal TNI).

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya