3. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)
Beberapa tahun pasca kemerdekaan, konflik pemerintah daerah dan pemerintah pusat mulai terjadi. Beberapa daerah merasa kecewa dengan kurang adilnya pemerintah pusat dalam mengalokasikan dana pembangunan.
Akibat hal tersebut, sejumlah daerah membentuk dewan meliputi Dewan Banteng di Sumatera Barat pimpinan Letkol Ahmad Husein, Dewan Gajah di Sumatera Utara pimpinan Kolonel Maludin Simbolon, Dewan Garuda di Sumatera Selatan pimpinan Letkol Barlian, serta Dewan Manguni di Sulawesi Utara pimpinan Kolonel Ventje Sumual.
Gerakan sejumlah dewan ini kemudian dikenal dengan istilah pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
4. Permesta
Pemberontakan yang dilakukan PRRI mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia Timur. Tepatnya pada 17 Februari 1958, Somba memutuskan mendukung PRRI dan memutus hubungan dengan pemerintah pusat. Gerakan tersebut kemudian dikenal dengan istilah Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).