Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 13 Maret 1971 yang sudah melakukan survei cepat terhadap beberapa masjid di kompleks militer dan kepolisian mengantongi tiga pilihan tempat untuk Salat Jumat Presiden Jokowi. Antara lain, masjid di Korem, Polres, dan Kodim.
Namun, ketiga pilihan tersebut ternyata tidak memungkinkan. Masjid di Korem tengah dalam renovasi dan belum bisa digunakan. Demikian juga masjid di Polres, lokasinya sangat berdekatan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) aksi bom bunuh diri di Mapolres Solo. Adapun masjid di Kodim terlalu sempit dan kurang representatif.
"Akhirnya, saya ingat salah satu instansi militer yang berada di Kota Solo, yaitu Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Karta Sebagai mantan Wakil Komandan Grup 2 Kopassus di Kandang Menjangan, saya sangat hapal kondisi masjid itu," ujar eks Wadan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus ini.
Selain masjidnya cukup besar, lokasinya berada di kawasan Kompleks Grup 2 Kopassus Akhirnya, usulan itu disetujui untuk dijadikan tempat Salat Jumat Presiden Jokowi.
"Dinda, Presiden setuju dengan saran kita. Segera koordinasikan ya," kata Kombes Sigit.
Mendapat informasi tersebut, M Hasan mengaku lega dan langsung menghubungi Komandan Grup 2 Kopassus, Kolone Infanteri Rafael Granada Baay yang juga teman satu angkatan dengan di Akademi Militer 1993. Setelah menghubungi Dan Grup A Kopassus, mantan Pangdam Iskandar Muda ini pun segera menghubungi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Maruli Simanjuntak yang kini menjabat sebagai Pangkostrad.
Malam itu juga, dirinya mendapat informasi yang cukup mengejutkan tentang rencana kehadiran Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, dan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Herindra Padahal, sebelumnya mendapat arahan dari ajudan Presiden Kombes Listyo Sigit cukup Pangdam dan Kapolda saja yang hadir pada saat Salat Jumat. Namun, rupanya, Dan Grup 2 Kopas melaporkan kepada Danjen Kopassus tentang rencana Salat Jumat Presiden Jokowidi Kandang Menjangan.
Sudah dapat ditebak kelanjutannya dengan laporan tersebut. Danjen akan melapor kepada KSAD dan KSAD akan melapor kepada Panglima TNI.
Akhirnya ketiga pejabat tinggi TNI tersebut dipastikan akan hadir di Grup 2 Kopassus untuk menyambut Presiden.
"Waah besok Kesatrian Kandang Menjangan akan bertaburan 'bintang' nih," ujar Kolonel Rafael ketika mendengar berita itu.