Polusi Udara Bebani Negara Rp10 Triliun, Yerry Tawalujan: Harus Diatasi Bersama, Ini Darurat!

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 30 Agustus 2023 12:47 WIB
Polusi Udara Bebani Negara/Foto: Okezone
Share :

 

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan polusi udara di Jabodetabek beberapa waktu belakangan ini telah membebani keuangan BPJS sebesar Rp10 triliun.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra Yerry Tawalujan mengatakan, dampak merugikan polusi udara Jakarta itu sangat serius, merusak kesehatan masyarakat dan menguras anggaran.

"Pernyataan Menteri Kesehatan itu menunjukkan daruratnya kondisi lingkungan akibat polusi udara di Jakarta,” jelas Yerry kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).

“Dampaknya juga mahal harganya. Karena berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat dan membebani anggaran BPJS yang membiayai penyakit yang disebabkan polusi,"lanjutnya.

Yerry -- yang juga akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini -- mengatakan karena dampak merusak yang disebabkan polusi udara itu dirasakan langsung oleh masyarakat dan pemerintah. Maka, penanggulangannya perlu dilakukan bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan pihak dunia usaha.

"Ini situasi darurat bencana. Darurat bencana lingkungan akibat polusi. Makanya penanggulangannya jangan hanya dilakukan pemerintah saja. Masyarakat dan dunia usaha juga harus ikut bantu. Ini situasi bahaya lingkungan yang harus diatasi bersama," jelas Yerry.

Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak polusi adalah mengurangi bepergian dengan kendaraan pribadi.

Ganti dengan moda transportasi umum. Lalu kurangi konsumsi listrik. Langkah lain dengan membantu penanaman pohon untuk penghijauan. Pihak swasta dan dunia usaha juga dapat membebaskan karyawannya bekerja dari rumah.

“Dapat juga dipakai sistem shift harian, masuk kantor bergantian, dua hari bekerja di kantor dan selebihnya kerja dari rumah. Ini untuk mengurangi konsumsi pemakaian bbm kendaraan bermotor dan penghematan listrik di kantor,” tuturnya.

Dari pihak pemerintah, Yerry mengusulkan pelaksanaan pembatasan ganjil-genap untuk kendaraan dilakukan 1x24 jam, bukan hanya di jam sibuk pagi dan sore. “Jika polusi sudah menurun, kebijakannya dapat ditinjau kembali,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa permasalahan polusi udara membebani keuangan BPJS hingga Rp10 triliun.

Penyebabnya, badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan itu harus menghabiskan dana sedikitnya Rp10 triliun untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

Hal ini disampaikannya susai melakukan rapat terbatas (ratas) bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri terkait dengan Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/8/2023).

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya