Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Energi Terbarukan Dinilai Bisa Jadi Solusi

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 02 Juli 2026 |20:01 WIB
Kualitas Udara Jakarta Buruk, Energi Terbarukan Dinilai Bisa Jadi Solusi
Energi terbarukan bisa menjadi solusi atasi kualitas udara Jakarta (Foto: Ist/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Buruknya kualitas udara di Jakarta dinilai tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan jangka pendek. Perbaikan kondisi tersebut membutuhkan percepatan transisi energi serta peningkatan investasi pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Berbagai langkah pemerintah, seperti imbauan penggunaan masker, work from home (WFH), rekayasa cuaca, uji emisi kendaraan, hingga pembatasan lalu lintas, hanya mampu menekan dampak polusi untuk sementara. Padahal, persoalan utama berada pada sistem energi dan industri.

"Polusi udara Jakarta terus berulang dari tahun ke tahun dengan pola yang hampir sama. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Jakarta bukan lagi sekadar masalah lalu lintas perkotaan, melainkan masalah struktural dari sistem energi dan industri yang menopang aktivitas ekonomi nasional," ujar Direktur PT Gema Aset Solusindo Syam Basrijal dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, Jakarta berada dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali yang memasok kebutuhan energi bagi kawasan industri, pemerintahan, transportasi, pelabuhan, hingga pusat data nasional. Namun, dominasi PLTU berbahan bakar batu bara masih menjadi penyumbang utama emisi pencemar udara.

PLTU batubara, menurutnya, masih mendominasi sekitar 70 persen sistem kelistrikan Jawa-Bali. Artinya, fondasi energi yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada pembakaran energi fosil dalam skala masif. Ketika ketergantungan terhadap PLTU batubara tetap tinggi, maka polusi udara Jakarta pada dasarnya tidak pernah benar-benar selesai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement