Kepala Otorita IKN: Kita Tetap Pertahanankan Adat Istiadat dan Kearifan Lokal di Nusantara

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Minggu 03 September 2023 00:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

PENAJAM PASER UTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, Sabtu (2/9/2023) di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) secara khusus melakukan diskusi dengan empat tokoh adat Balik dan Paser, guna memberikan pemahaman pentingnya mempertahankan kearifan lokal adat istiadat masyarakat di kawasan IKN.

Keempat tokoh adat tersebut, yakni Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hasanudin, tokoh adat suku Balik Kelurahan Sepaku, Sibukdin, tokoh adat Paser Kelurahan Pemaluan, Jumbaen dan ketua Adat Paser Kelurahan Maridan, H. Sopian Noor. Hadir pula Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) Otorita IKN, Alimuddin dan jajarannya.

“Pada prinsipnya warga adat Balik dan Paser di Sepaku adalah warga saya dan kepentingannya juga kepentingan saya. Jika warga tidak mau banjir maka saya pun tidak ingin itu terjadi. Yang terpenting bisa tidak, kita tetap mempertahankan kearifan lokal, adat istiadat. Itu sekarang coba kita lakukan tentu butuh bantuan dari seluruh masyarakat adat,” ujar Bambang kepada peserta diskusi.

Karena, sambungnya, Otorita IKN ingin memperkenalkan, bahwa di wilayah IKN memang punya kekayaan adat istiadat dan tetap lestari. Untuk itu, pihaknya ingin memulai satu skema-skema pariwisata yang dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti homestay, rumah makan khas makanan tradisional lokal serta kehidupan tradisi adat istiadat.

“Selain itu, ada kampung yang bagus memiliki sejumlah ada objek wisatanya. Tetapi untuk mewujudkannya, harus dilakukan secara bersama-sama tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri,” sebut Bambang.

Bahkan, lanjutnya, para tokoh adat juga harus mulai bisa melayani dengan baik, jika ada tamu yang berkunjung ke tempatnya dan itu harus dilakukan benar-benar dalam satu program di Kedeputian Sosbudpemas OIKN jadi pihaknya akan coba kemas.

Sementara itu, tambah Bambang, terkait dengan penangan banjir yang selama ini dikeluhkan warga khususnya di RT 01, 02 dan RT 03 Kelurahan Sepaku atau kerap disebut Logdam, juga menjadi perhatian pihaknya, namun dilakukan secara bertahap tidak bisa sekaligus.

Diakuinya, ia sudah melihat perencanaan yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mereka berencana akan menyiapkan pompanisasi untuk mempercepat air banjir turun, membuat tanggul di sungai dan meninggikan badan jalan. Hal ini semua dalam rangka mengantisipasi terjadinya banjir.

“Saya tidak mau warga di situ, merasa terjebak dengan pikiran dipindahkan atau dirokasi. Jadi bukan itu keinginan kita,” tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya