Di mana lahan yang terbakar berada di daerah dengan kemiringan lebih dari 45 derajat dan tidak ada akses jalan terutama untuk mobil pemadam kebakaran. Lahan tersebut susah dijangkau dari jurang jeruk berjarak sekitar 3 km sementara dari gunung gambar berjarak sekitar 1 km. "Dan memang tidak ada akses jalan ke sana,"terangnya.
Karena itu lahan tidur, tidak ditanami dan kalau musim penghujan itu biasanya untuk pengaritan (mencari pakan). Lahan yang terbakar tersebut berada di lereng sehingga hembusan angin semakin kencang. Akibafnya api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Warga juga kesulitan memadamkan dengan cara manual karena berada di medan yang sulit dijangkau. Kebakaran semakin meluas namun upaya pemadaman sulit dilakukan. Bahkan kebakaran masih berlangsung hingga Sabtu malam.
"Api baru padam dinihari tadi. Mudah-mudahan tidak muncul lagi hari ini. Itu yang terbakar bisa belasan hektare,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )