Pembantaian Anggota PKI 1965-1966 Tragedi Terbesar, CIA Terlibat?

Awaludin, Jurnalis
Selasa 05 September 2023 06:01 WIB
Illustrasi (foto: Okezone)
Share :

Aksi-aksi kekerasan terhadap PKI dimulai di Aceh. Di daerah ini, pembunuhan berlangsung sangat sadis. Semua kepala korban dipenggal, ditancapkan pada bambu, dan dipajang di sepanjang jalan. Sedang tubuh-tubuh korban dibuang ke sungai. Pembunuhan di Aceh bukan hanya dilakukan terhadap anggota PKI, tetapi juga pihak keluarga korban, termasuk para pembantu rumah tangga mereka.

Warga keturunan China di daerah ini juga banyak yang menjadi korban pembunuhan massal. Dari Aceh, pembunuhan massal menyebar ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di dua daerah ini, pembunuhan massal tidak kalah sadisnya. Para pelaku pembunuhan adalah tentara, golongan nasionalis, dan Islam (Ansor dengan Bansernya).

Menurut pengakuan Kolonel Sarwo Edhi, para pembunuh itu mendapat pelatihan militer dari tentara. Pembunuhan di kawasan ini berlangsung sangat brutal. Kepala, organ-organ seksualnya, dan tubuh korban dipotong-potong dan dibiarkan di jalan. Pada beberapa kasus, para pembunuhan bahkan menjilati darah para korban. Meski tindakan ini mendapat larangan dari para kiai, tetapi mereka tetap saja melakukannya.

Bagaikan orang yang telah kerasukan iblis, banjir darah di mana-mana. Padahal, banyak dari para korban juga beragama Islam dan menjalankan salat lima waktu seperti para pembunuhnya. Namun, hal itu tidak berarti bagi mereka. Selama korban anggota PKI, keluarga PKI, dan pendukung gerakan kiri, mereka akan dibunuh. Seorang insinyur berkebangsaan Inggris Ross Taylor menyatakan, tentara dan kelompok-kelompok sipilnya menggunakan daftar maut CIA untuk melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap anggota PKI, SOBSI, dan yang terkait dengan PKI.

Dia juga melaporkan telah terjadi pembantaian massal oleh tentara dan kelompok-kelompok sipilnya di dekat pabrik tekstil Nebritex. Hingga November 1965, dia mencatat sedikitnya telah ada 2.000 orang yang dibunuh di daerah pabrik itu. Di Bali, pembunuhan massal juga berlangsung sangat brutal. Para pembunuh menganggap PKI sebagai jelmaan setan, sehingga korbannya sangat layak dibunuh.

Para pelaku pembunuhan di kawasan ini adalah tentara RPKAD dan kalangan nasionalis. Selain di daerah-daerah yang telah disebutkan, pembunuhan massal juga terjadi diberbagai daerah lainnya. Selain tokoh-tokoh PKI dari puncak pimpinan hingga akar rumput, sasaran pembunuhan juga aktivis dan seluruh organisasi massanya. Di samping itu, ada juga target khusus yang terdiri dari kaum intelektual, pejabat pemerintahan dan para tokoh masyarakat seperti wali kota, bupati, guru, seniman, kepala desa, dan lainnya yang dianggap komunis maupun simpatisannya.

Sasaran pembunuhan ini diduga banyak diungkap dalam daftar muat CIA, sehingga seluruh lapisan dalam gerakan komunis dan kiri lainnya habis dibisanakan. Pemilihan target ini telah direncanakan dengan matang jauh hari sebelumnya. Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi mengenai daftar maut CIA dalam pembantaian massal PKI tahun 1965-1966.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya