2. Panglima Korp Tentara I Caduad (1961)
Hanya dua tahun setelah menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro, Soeharto nyaris dibawa ke pengadilan militer lantaran kasus pungutan liar (pungli). Namun dia urung diadili dan hanya dipecat dari posisinya.
Soeharto dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat. Di sini, Soeharto mulai kembali bersinar. Setelah mengikuti kursus, dia berhasil mendapatkan satu bintang di pundak.
Rekaman CCTV Kasus Pembunuhan Siswi Bogor Sudah Diperiksa, Ini Kata Polisi
Tepat 1 Januari 1960 pangkat Soeharto menjadi Brigadir Jenderal. Setahun kemudian, 1 Oktober 1961, Soeharto dipercaya menjabat sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD), cikal bakal Kostrad.
3. Panglima Kohanudad (1961)
Di tahun yang sama, Soeharto merangkap jabatan sebagai panglima Komando Pertahanan AD (Kohanudad). Di tahun itu juga, Soeharto dipercaya menjalankan tugas sebagai sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman).