Saat itulah Demang Lehman ditangkap. Surat kabar bertanggal 7 Mei 1864 menyebutkan, saat Demang Lehman ditahan, tidak ada satupun orang yang menjenguknya karena warga takut disangkutpautkan dengan Demang Lehman.
Hingga akhirnya Demang Lehman dieksekusi mati setelah beberapa hari ditahan. Ia dieksekusi saat puasa Ramadhan. Sayangnya, usai dieksekusi, kepalanya dipenggal oleh Belanda dan dibawa ke Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Hingga akhirnya kepala sang pahlawan disimpan di Museum Leiden Belanda.
Karena itulah jenazah Demang Lehman dikuburkan tanpa kepala, yang dikenal dengan sebutan "Pahlawan Bumi Tanpa Kepala".
(Fahmi Firdaus )