Selain itu, dia juga dianggap bisa melewati api tanpa terbakar, lolos dari senjata tajam dan lain sebagainya. Untuk memiliki ilmu tersebut, Soekarno dikabarkan harus bertapa dikubur hidup-hidup selama 100 hari.
Ilmu ini berasal dari para wali, sehingga Soekarno setelah mendapat ajian ini dia pun menjadi manusia setengah wali. Aji pojoking diburu Soekarno ketika dia masih berkuasa sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Warga asli Cikini bahkan bersaksi pernah melihat Soekarno berjalan di antara rintikan hujan tanpa basah sedikit pun. Bahkan dia pernah ditembaki orang tak dikenal ketika naik mobil bak terbuka bersama ajudannya dan tak mengenai Soekarno dan hanya mengenai badan mobil.
Kesaktian Soekarno sebenarnya adalah kesaktian tiban yang dalam bahasa Jawa artinya kesaktian tanpa proses belajar.
(RIN)
(Rani Hardjanti)