KORBAN gempa bumi Maroko terus bertambah. Sampai Sabtu (9/9) pukul 22.30 WIB, jumlah korban gempa berkuatan 6,8 skala Richter tersebut menewaskan sedikitnya 1.037 orang, dan lebih dari 1.200 lainnya mengalami luka luka.
Informasi itu diperoleh dari televisi pemerintah Maroko mengutip Kementerian Dalam Negeri. Dari 1.200 korban luka, 205 orang berada dalam kondisi kritis. Beberapa bangunan runtuh di kota yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Televisi lokal menayangkan gambar menara masjid yang runtuh dengan puing-puing tergeletak di atas mobil yang hancur. Salah satu warga Maroko Montasir Itri yang tinggal di desa pegunungan Asni dekat pusat gempa, mengatakan sebagian besar rumah di sana rusak.
Dia juga mengisahkan tetangganya berada di bawah reruntuhan. "Orang-orang bekerja keras untuk menyelamatkan mereka menggunakan sarana yang tersedia di desa,” katanya dikutip dari aljazeera.
Menurut Survei Geologi AS, gempa bumi kuat berkekuatan 6,8 SR yang melanda Maroko Tengah berpusat di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 km (44 mil) barat daya Marrakesh, pada kedalaman 18,5 km.
Kedahsyatan gempa tersebut bahkan dirasakan hingga Portugal dan Aljazair. Hal ini diungkapkan Institut Laut dan Suasana Portugis dan badan Pertahanan Sipil Aljazair, yang mengawasi tanggap darurat.
(Maruf El Rumi)