Kisah PKI Ganyang 7 Setan Desa Berujung Bentrokan Berdarah dengan Massa NU

Solichan Arif, Jurnalis
Senin 11 September 2023 12:07 WIB
Aksi Massa Usai Peristiwa G30SPKI/Tangkapan layar media sosial
Share :

JAKARTA - Sebelum meletus peristiwa G30S PKI, massa PKI tidak berhenti meletakkan basis perjuangannya kepada kaum tani dan buruh. Salah satunya dengan menerapkan konsep pengganyangan tujuh setan desa.

Mereka menggebuk semua kelompok masyarakat yang dianggap menindas petani. Para penindas dan penghisap petani dan buruh itu dikelompokkan menjadi tujuh kelompok dan dijuluki sebagai setan desa.

“Hanya dengan mengakhiri penghisapan dan penindasan setan-setan desa ini kaum tani dapat mencapai pembebasan yang sungguh-sungguh,” demikian dikutip dari buku Akar dan Dalang Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan Bung Karno (2013).

Siapa yang disebut PKI sebagai 7 setan desa penindas kaum tani? Yang pertama adalah tuan tanah yang jahat. Kemudian lintah darat, tukang ijon, kapitalis birokrat, tengkulak jahat, bandit desa dan penguasa jahat.

Bagi PKI, 7 setan desa harus disingkirkan, terutama para tuan tanah di pedesaan. Seiring berlakunya kebijakan Landreform sebagai pelaksanaan UU Pokok Agraria yang ditetapkan pemerintah, PKI sontak melakukan aksi sepihak.

Tanah-tanah yang dianggap milik setan desa, disabotase atau dikuasai secara paksa. Orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat juga seenaknya memanen hasil pertanian milik warga yang dianggap sebagai tuan tanah jahat. Provokasi yang dilakukan para kader PKI menimbulkan kemarahan.

Seperti yang terjadi di Kediri Jawa Timur. Memasuki tahun 1964, orang-orang BTI di Kediri bergerak mematoki tanah milik rakyat yang dianggap melebihi batas. Celakanya, sejumlah tanah yang diklaim sepihak oleh BTI adalah milik para kiai.

Tidak sedikit tanah juga milik pengurus partai NU, PNI dan Masyumi, yang itu sontak menimbulkan perlawanan. Keberanian berlebih para aktivis BTI PKI itu dipengaruhi adanya pimpinan PKI yang duduk di kementerian.

“Semangat PKI BTI dalam melakukan landreform ini semakin berkobar setelah salah seorang pimpinan PKI yaitu Njoto diangkat sebagai Menteri Urusan Landreform,” demikian dikutip dari buku Benturan NU PKI 1948-1965.

Penguasaan tanah secara sepihak di Surabaya oleh orang-orang PKI juga menimbulkan kemarahan GP Ansor NU Jawa Timur. Setelah melalui benturan fisik antar massa, tanah milik Muslimat NU itu berhasil direbut kembali.

Konsep pengganyangan 7 setan desa yang dilakukan orang-orang PKI terbukti mengakibatkan blunder politik. Terutama terkait aksi sepihak. Orang-orang PKI mendapat perlawanan keras dari NU dan PNI.

Di desa-desa para kader Ansor NU siap berperang dengan orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat yang beringas. Konflik horizontal tak terelakkan. Sebagai satu-satunya parpol berbasis Islam, yakni setelah Masyumi dibubarkan, NU berdiri di garda depan.

Puncaknya adalah meletusnya peristiwa 30 September 1965 atau G30S PKI. Pada 12 Maret 1966 pemerintah resmi membubarkan PKI sekaligus menyatakan sebagai partai terlarang.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya