Hendak Bantu Padamkan Api, Warga Muara Karang Bentrok dengan Karyawan Pabrik Sendal

Yohannes Tobing, Jurnalis
Jum'at 15 September 2023 15:58 WIB
Warga sempat bentrok dengan karyawan pabrik saat pemadaman api/Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, terlibat bentrok dengan karyawan pabrik sendal saat peristiwa kebakaran terjadi. Diduga bentrokan ini terjadi lantaran warga dilarang karyawan untuk membantu memadamkan api.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kepulan asap dan api mengepul ke udara. Kencangnya angin yang berhembus membuat kobaran api nyaris merambat ke pemukiman warga yang berdempetan dengan pabrik.

 BACA JUGA:

Sejumlah warga setempat kemudian panik dan mencoba membantu memadamkan api di lingkungan pabrik. Melihat warga masuk lingkungan pabrik, karyawan langsung menghalangi dan menolak bantuan warga. Tak hanya itu, wartawan juga diminta untuk tidak meliput.

Mendapat penolakan dari karyawan, warga pun langsung mengamuk. Hal ini dikarenakan ada penolakan dari karyawan. Beruntung di lokasi sejumlah petugas suku dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Sudin Gulkarmat) dapat meredam bentrokan.

 BACA JUGA:

Salah satu warga setempat Arif (40) mengatakan bahwa, bentrokan ini bermula saat warga mencoba membantu memadamkan api, namun oleh karyawan setempat ditolak. Warga pun langsung emosi dan bentrok dengan karyawan.

"Tadi kan mau madamkan api, terus sama yang punya pabrik disuruh keluar. Katanya, karyawannya aja yang bantuin. Akhirnya warga banyak yang keluar dan hanya melihat," Kata Arif di temui di lokasi, Jumat (15/9/2023).

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Jalan Kapuk Muara, 005/004, Kel. Kapuk Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara. Sebuah pabrik plastik dan produsen sendal terbakar pada Jumat (15/9/2023) pagi.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kepulan asap yang besar dan kobaran api terlihat mengepung sekitar pabrik. Puluhan karyawan pabrik terpantau berhamburan keluar.

Sementara itu, warga yang bermukim di sekitar terpantau berupaya menyelamatkan sejumlah barang berharga dan meninggalkan tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan mengantisipasi tempatnya terkena rambatan api.

 BACA JUGA:

Salah satu warga setempat, Riska (40) mengatakan bahwa, kebakaran ini terjadi dengan cepat, dirinya melihat kobaran api dan asap muncul di atas bangunan gudang sandal 'Porto'.

"Katanya sih ada korsleting, terus api langsung membesar gitu, saya sih disini (belum mengungsi). Tadi ada ledakan empat kali, kayanya gas. Tidak ada korban, semua (karyawan) keluar," Kata Riska.

 BACA JUGA:

Adapun dalam kebakaran ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan sebanyak 20 unit (18 unit Jakarta Utara dan 2 unit Jakarta Barat) serta 100 personel sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya