Korupsi hingga Suka Membunuh Orang, Raja-Raja Ini Bikin Kerajaan Pajajaran Terpuruk

Avirista Midaada, Jurnalis
Sabtu 16 September 2023 06:01 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

KEMUNDURAN terus dialami Kerajaan Pajajaran pasca Prabu Siliwangi berlanjut ke Surawisesa. Faktor ketidakmampuan pemimpin saat itu Ratu Sakti periode 1543 hingga 1551, membuat Pajajaran kian mundur. Saat itu Ratu Sakti memerintah dengan asal-asalan dan mengabaikan nasib rakyatnya.

Ratu Sakti hanya mementingkan kesenangan pribadinya sendiri. Sindiran lebih keras muncul pada naskah kuno Carita Parahyangan yang menegaskan kelakuan sang raja yang tak patut dicontoh. Kontroversi yang membuatnya ditentang tentu ketika ia menikahi istri ayahnya sendiri.

Sosoknya juga terkenal suka membunuh orang tanpa sebab, merampas harta orang - orang kecil, hingga tidak berbakti kepada orang tua dan pemuka agama atau pendeta kala itu. Raja pun berganti, tahta Ratu Sakti digantikan oleh Prabu Nilakenda.

Namun sama seperti Ratu Sakti, Prabu Nilakenda juga memiliki watak yang nyaris sama. Bahkan Saleh Danasasmita pada bukunya "Mencari Gerbang Pakuan", mengisahkan selama memerintah 16 tahun itulah berkuasa keadaan sudah sedemikian parah. Korupsi dan penyelewengan merajalela, bahkan karena salah urus, Tanah Sunda yang subur salah kelola menyebabkan rakyatnya mengalami kelaparan dan kemiskinan.

Dikisahkan para petani di Pajajaran semasa Prabu Nilakenda memerintah menjadi serakah akan makanan sehingga mereka tidak merasa tentram jika menanam sesuatu. Korupsi dan penyelewengan pun merajalela, hal ini diperparah dengan pembangunan proyek - proyek ambisius raja.

Proyek mempercantik istana kerajaan dengan emas, menjadi satu hal yang disoroti rakyat kala itu. Apalagi raja konon memiliki hobi pesta pora sampai mabuk-mabukan. Penulis kitab kuno Carita Parahyangan mendeskripsikan nasib Kerajaan Sunda Pajajaran yang sudah berada di ambang kehancuran.

Gambaran singkat miris disampaikan penulis Carita Parahyangan dengan kalimat singkat : Itulah bunga pralaya yang disebut zaman kali atau zaman kaliyuga. Zaman pralaya sendiri diartikan sebagai zaman kehancuran. Pada akhirnya Kerajaan Pajajaran benar-benar hancur pada tahun 1579. Saat itu Kerajaan Pajajaran dipimpin pemerintahan Ragamulya Suryakencana yang bertahta 1567 - 1579.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya