KERAJAAN Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan tertua yang pernah berdiri di Indonesia. Berbagai peninggalan sejarah dan tulisan yang hingga kini masih terus diulik oleh para arkeolog untuk dijadikan pembelajaran hingga masa kini menjadi sebuah hal menarik yang bisa dipelajari.
Berdiri di Provinsi Jawa Timur dan telah berdiri dari tahun 1293 hingga 1527 M, Kerajaan Majapahit menyimpan sejumlah fakta menarik yang perlu diketahui. Berikut merupakan sejumlah fakta menarik Kerajaan Majapahit yang berhasil dirangkum oleh tim Okezone:
1. Didirikan oleh menantu raja terakhir Kerajaan Singasari
Dikutip dari buku Majapahit: Batas kota dan jejak kejayaan di luar kota. Dituliskan bahwa dahulu sebelum menjadi sebuah kerajaan besar dan masyhur Majapahit merupakan sebuah desa yang terletak di lembah Sungai Brantas, tepatnya di daerah Tarik yang juga menjadi salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Singasari.
Awalnya desa ini merupakan hutan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman Maja. Lambat laun hutan ini dibuka untuk lahan penduduk dan pertanian.
Sesaat setelah runtuhnya beberapa kerajaan seperti Kerajaan Singasari dan Kediri. Menantu dari Kerajaan Singasari yaitu Raden Wijaya mendirikan Majapahit sebagai pusat pemerintahan, dengan begitu Kerajaan Majapahit resmi dibentuk pada tahun 1293 M. Dan meliputi wilayah kekuasaan bekas Kerajaan Singasari, Kediri, Jenggala, dan Pulau Madura.
2. Kaya akan warisan peninggalan hindu-budha
Diantara tiga kerajaan besar yang berdiri di Jawa, Kerajaan Majapahit meninggalkan sejumlah warisan hindu dan budha terbanyak. Mulai dari relief-relief dan candi-candi yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di masa lalu menjadikan peninggalan tersebut penuh dengan makna dan misteri.
Beberapa peninggalan ternama dari Kerajaan Majapahit seperti, situs trowulan yang merupakan mantan ibu kota Majapahit banyak meninggalkan prasasti seperti Wurare, Kudadu, Sukamerta dan masih banyak lagi.
Kemudian candi-candi, seperti Candi Tikus, Candi Penataran, Candi Cetho, Candi Sukuh. Dimana melalui candi dan prasasti yang ditinggal banyak menceritakan kisah kehidupan masyarakat dimasa itu, mulai dari kegiatan bertani, berburu, hingga alat transportasi.