Saksi Mata Ceritakan Kengerian Kebakaran Gedung Pernikahan, Banyak Orang Panik Ketika Api Membesar

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 28 September 2023 16:05 WIB
Kebakaran di pesta pernikahan tewaskan 100 orang dan 150 terluka (Foto: Reuters)
Share :

IRAK – Hampir 100 orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam kebakaran di sebuah perayaan pernikahan di Qaraqosh di Irak utara. Para saksi mata menggambarkan kepada BBC pemandangan yang mengerikan dan panik ketika api mulai membesar.

Kala itu, Ghaly Nassim yang berusia sembilan belas tahun hanya berjarak beberapa meter dari ruang perjamuan al-Haitham ketika kebakaran terjadi pada Selasa (26/9/2023) malam.

Ia bergegas menolong lima temannya yang terjebak di dalam.

“Satu pintu diblokir, jadi kami membukanya dengan paksa. Api besar keluar dari aula. Rasanya seperti pintu Neraka terbuka,” katanya.

“Suhunya tak tertahankan. Saya tidak bisa menggambarkan panas ekstremnya,” lanjutnya.

Sedikitnya 94 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka dalam kebakaran yang terjadi saat pesta dansa pertama kedua mempelai. Tidak jelas apakah pasangan itu selamat.

Nassim menggambarkan kejadian tersebut sebagai sebuah "tragedi nyata".

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain lari dari api,” katanya, terdengar kelelahan melalui saluran telepon.

"Setelah petugas pemadam kebakaran tiba, saya bergegas masuk untuk mencari teman-teman saya. Saya melihat 26 mayat di kamar mandi. Seorang gadis berusia 12 tahun terbakar habis dan ditinggalkan di sudut,” ujarnya.

Juru bicara media Pertahanan Sipil Irak, Gawdat Abdul Rahman, mengatakan kepada BBC bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh kembang api yang dinyalakan di dalam aula di kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Penggunaan bahan bangunan yang sangat mudah terbakar di dalam lokasi bertindak sebagai bahan bakar.

Nassim percaya bahwa kurangnya pintu keluar darurat yang memadai memperburuk keadaan. Hal ini menyebabkan sebagian besar tamu mencoba keluar menggunakan pintu masuk utama aula, yang mungkin menyebabkan kerumunan.

Untungnya, banyak teman-temannya bisa menyelamatkan diri. Salah satunya, Tommy Uday, 17 tahun, yang sedang berdiri di samping pintu keluar saat kebakaran terjadi. Hal ini memungkinkan dia melarikan diri dengan cepat.

“Saya melihat kepulan asap hitam besar keluar dari langit-langit, jadi saya segera berlari keluar,” katanya, seraya menambahkan bahwa “seluruh tempat itu hancur hanya dalam waktu lima menit”.

Sekitar 50 jenazah dimakamkan pada Rabu (27/9/2023). Sisa jenazah diperkirakan akan dimakamkan keesokan harinya. Namun masih banyak orang yang mencari anggota keluarganya.

Ghazwan terpisah dari istrinya yang berusia 33 tahun, putranya yang berusia empat tahun, dan putrinya yang berusia 13 tahun ketika kebakaran terjadi.

Adapun putrinya yang lain, yang berusia 10 tahun, keluar dari aula dengan menderita luka bakar di hampir 98% tubuhnya.

Saudara perempuan Ghazwan, Eisan, mengatakan bahwa saudara laki-lakinya sedang berkeliling rumah sakit untuk mencari keluarganya.

Di dalam pusat medis khusus luka bakar di Mosul, Dr Waad Salem mengatakan kepada BBC bahwa 60% korban luka menderita luka bakar parah.

“Mayoritas luka bakar terjadi di wajah, dada dan tangan,” katanya, seraya menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk yang paling terkena dampaknya.

Kepala Perawat Israa Mohammed merawat korban luka sepanjang malam. Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia merawat sekitar 200 pasien.

“Apa yang saya lihat sangat sulit,” ujarnya.

“Saya telah melihat orang-orang dengan lebih dari 90% tubuhnya terbakar habis,” katanya, seraya menambahkan bahwa setidaknya 50 anak dinyatakan meninggal segera setelah mereka tiba di rumah sakit,” lanjutnya.

Mohammed mengatakan fasilitas medisnya kekurangan pasokan medis dan kesulitan untuk mengatasi tingginya gelombang korban.

Bagi banyak orang seperti Nassim dan teman-temannya, akan sangat sulit untuk menghilangkan keterkejutan yang mereka saksikan.

“Saya tidak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan,” katanya. "Saya tahu keluarga-keluarga yang kehilangan hampir semua orang. Setidaknya tiga keluarga kehilangan setiap anggotanya dalam kebakaran tersebut. Seluruh masyarakat sedih, tidak hanya di provinsi Nineveh, tapi di seluruh Irak. Seluruh negara sedih,” lanjutnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya