Sekitar 50 jenazah dimakamkan pada Rabu (27/9/2023). Sisa jenazah diperkirakan akan dimakamkan keesokan harinya. Namun masih banyak orang yang mencari anggota keluarganya.
Ghazwan terpisah dari istrinya yang berusia 33 tahun, putranya yang berusia empat tahun, dan putrinya yang berusia 13 tahun ketika kebakaran terjadi.
Adapun putrinya yang lain, yang berusia 10 tahun, keluar dari aula dengan menderita luka bakar di hampir 98% tubuhnya.
Saudara perempuan Ghazwan, Eisan, mengatakan bahwa saudara laki-lakinya sedang berkeliling rumah sakit untuk mencari keluarganya.
Di dalam pusat medis khusus luka bakar di Mosul, Dr Waad Salem mengatakan kepada BBC bahwa 60% korban luka menderita luka bakar parah.
“Mayoritas luka bakar terjadi di wajah, dada dan tangan,” katanya, seraya menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk yang paling terkena dampaknya.
Kepala Perawat Israa Mohammed merawat korban luka sepanjang malam. Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia merawat sekitar 200 pasien.