Buaya di Sungai Sunter kerap membuat lubang sebagai sarang tempat tinggal. Begitu juga dengan penghuni gaibnya yakni buaya putih. Dalam perjalanan melalui Kali Sunter, getek yang ditumpanginya tersangkut dan menyentuh dasar Kali Sunter.
Beruntungnya Datuk Banjir selamat. Dia berhasil menaklukan buaya gaib melalui pertarungan sengit. Sampai akhirnya Datuk Banjir masuk ke kampung yang disebut dengan nama Kampung Lubang Buaya.
Kini kawasan tersebut didirikan sebuah monumen untuk mengenang pahlawan yang wafat pada peristiwa G30S/PKI. Monumen tersebut terdiri dari Monumen Pancasila, Museum Diorama, sumur tempat pembuangan jasad G30S/PKI, dan ruangan relik.
Sumur tempat pembuangan jasad G30S/PKI berada dekat dengan Monumen Pancasila. Kedalaman sumur diperkirakan mencapai 12 m dengan diameter 76 cm.
Demikian informasi sosok ulama pencetus nama Lubang Buaya tempat pembuangan jasad G30S PKI.
(RIN)
(Rani Hardjanti)