DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan pendampingan kepada keluarga korban pencabulan, bocah laki-laki inisial MDF (12) yang meninggal dunia di Kecamatan Tapos, Kota Depok. Diduga MDF meninggal usai diremas alat kelaminnya oleh tersangka kakek lansia N alias Engkong (70).
Menurut Nessi Annisa Handari, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), petugas lapangan terus mendampingi mulai dari proses pelaporan ke Polsek, Polres hingga proses autopsi di RS Polri.
"Pendampingan dilakukan dari psikologis dan hukum, sejak kejadian Rabu (27/9) kami langsung melakukan pendampingan," kata Nessi dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).
Nessi menambahkan, kunjungan ke keluarga korban telah dilakukan. Pihaknya juga membawa psikolog klinis dewasa untuk pendampingan terhadap keluarga maupun orangtua korban.
"Kami tadi juga sudah berkoordinasi dengan unit PPA Polres Depok serta mendampingi keluarga korban di Polres. Sekaligus sambil terus menggali informasi agar korban lainnya bisa speak up," ujarnya.
"Saat ini, kami juga tengah melakukan pendekatan kepada korban lainnya," tambahnya.
Nessi menegaskan, bahwa pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan camat serta lurah untuk berkomitmen dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Selain itu, melakukan koordinasi secepat mungkin untuk bersama-sama membantu para korban.
"Tim hukum dari kita juga terus mendampingi para korban untuk nantinya membuat laporan di kepolisian," tuturnya.
Sebelumnya, seorang bocah berinisial MDF (12) ditemukan tewas di sebuah rumah Kampung Sindangkarsa RT 1 RW 8, Sukamaju Baru, Tapos, Depok pada Rabu 27 September 2023 malam. Bocah tersebut diduga tewas usai alat kelamin diremas oleh seseorang bernama N (70) alias Engkong.
"Kakek mencabuli beberapa anak laki-laki. N (alias Engkong) 70 (tahun). (Salah satu korban) terus kesakitan usai siang sekitar pukul 14.00 WIB, buah zakar (alat kelaminnya) diremas. Satu korban anak anak meninggal," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto dalam pesan singkat, Kamis 28 September 2023.
Hadi mengungkap, korban MDF sempat bermain layangan dan sepak bola sebelum akhirnya jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Ia juga menyebut bahwa korban juga sempat mengadu ke sang ibu menjelang maghrib.
"Lanjut main layangan dan main bola. Jelang Maghrib mengadu ke ibunya. Terus (korban MDF) jatuh pingsan. Sampai rumah sakit meninggal," ujarnya.
Hadi pun tidak bisa memastikan ada kaitan alat kelamin diremas terduga pelaku kakek lansia N atau tidak. Saat ini, jenazah korban MDF sedang dilakukan autopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk memastikan.
"Ada hubungannya atau tidak. Dokter lagi pastikan. Sekarang lagi autopsi di Kramat Jati," tuturnya.
(Arief Setyadi )