“Penghargaan Subroto Award 2023 menjadi bukti konsistensi kami dalam berinovasi guna menciptakan perlindungan terhadap lingkungan pada operasional pertambangan, serta pengembangan dan pemberdayaan masyakarat di sekitar wilayah operasi Perusahaan,” tuturnya.
Petani green belt melakukan pembibitan tanaman jati di area green house Eco Park Kambang Semi, untuk reklamasi lahan pascatambang SIG di Pabrik Tuban, Jawa Timur. (Foto: dok SIG)
Penghargaan Bidang Inovasi Penyediaan, Pembangunan, dan Pengelolaan Fasilitas Pembibitan/Persemaian (Nursery) berhasil diraih SIG berkat program percepatan pertumbuhan bibit tanaman pokok (kayu putih, jati, dan kaliandra merah) pada area reklamasi tambang SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, dengan memanfaatkan bakteri perakaran atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Indigen.
Inovasi ini dinilai memenuhi sejumlah kriteria, meliputi kebaharuan (novelty), tingkat keberhasilan pemecahan masalah (effectiveness), kebermanfaatan (usefulness), kemudahan direplikasi (replicabilty), dan keberlanjutan (sustainability).
Proses pembibitan dengan aplikasi PGPR Indigen memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki zat pengatur tumbuh lainnya, di antaranya memiliki sifat anti patogen, menyuburkan, dan tersedia melimpah di alam.
Inovasi pembibitan ini mampu menyediakan kebutuhan bibit sebanyak 60.000 bibit/tahun yang digunakan untuk kebutuhan reklamasi pasca tambang serta masyarakat sekitar tambang.
Sementara, penghargaan yang diraih oleh PT Semen Padang terkait dengan program konservasi ikan bilih yang dijalankan sejak 2018 karena populasinya yang terancam punah akibat eksploitasi secara masif oleh nelayan di Danau Singkarak.