JAKARTA - Pedagang sekoteng melewati Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat sekitar pukul 22.00 WIB. Di malam yang sunyi, dirinya membawa gerobak dan mengetukkan mangkuk kecil dengan sendoknya.
Pedagang tersebut melintas dari kompleks rumah Polri sisi utara gedung utama Polsek. Hingga kemudian tepat di sisi gedung tua, jendela kayu besar setinggi dua meter terbuka. Munculah perempuan cantik berwajah blasteran memakai pakaian mirip kebaya berwarna putih memanggil.
“Bang pesen satu,” ucap perempuan itu seraya menongolkan wajahnya, dikutip Sindonews.
Seketika jendela tua itu kembali ditutup. Sementara pedagang sekoteng yang tak menaruh curiga langsung meminggirkan gerobaknya dan bersigap menyiapkan semangkuk sekoteng hangat.
Lima menit kemudian, ia mengantarkan semangkuk sekoteng ke perempuan itu melalui pintu lobi gedung Polsek. Pedagang tersebut sempat merasa heran karena kondisi lobi Polsek sepi. Tidak ada satu pun orang maupun polisi di sekitar gedung tua itu.
“Bu..bu..mbaa..mbaa..,” teriak pedagang membawa nampan dengan semangkuk sekoteng.
Selang beberapa menit, tak ada satu pun orang yang menjawab. Hanya hembusan angin dingin yang terasa. Suasana malam itu kian aneh. Duduk di kursi, si pedagang yang penasaran itu setia menunggu perempuan blasteran, namun hingga lima menit tak kunjung datang.