JAKARTA - Film dokumenter berjudul 'Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso' yang tayang di Netflix menjadi polemik di masyarakat. Kasus pembunuhan seorang bernama Wayan Mirna Salihin dengan kopi sianida mendapatkan pro dan kontra.
Terkait polemik tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso ikut buka suara. Menurutnya, film Ice Cold tersebut membahas dua pokok, yakni apakah Wayan Mirna Salihin tewas karena racun sianida dan apakah Jessica Kumala Wongso adalah pelakunya.
Sugeng pun membedah suatu film mempunyai sisi ekonomi dan muatan motif dari si pembuat film. Menurutnya, di negara demokrasi seseorang sah membuat suatu karya film. Namun, masyarakat harus mengunyah film tersebut dengan baik.
"Sebagai satu produk yang bernilai ekonomis semua dalam tanda kutip pedagang termasuk pedagang ide yang membuat film harus mendapatkan pemirsa yg banyak. Pemirsa yang banyak ini senang dengan hal-hal kontroversi," kata Sugeng dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023).
Dalam film Ice Cold tersebut, kata Sugeng, pembuat ingin menantang apakah benar Jessica Wongso pelaku pembunuhan dan Wayan Mirna Salihin tewas karena racun sianida.
Dengan hal tersebut, Sugeng menuturkan, si pembuat film membuat kontroversi yakni dengan berhadapan dengan proses peradilan yang sudah final, yakni Wayan Mirna Salihin tewas karena racun sianida dan Jessica Wongso adalah pelakunya.