JAKARTA - Dantim Provos Satpamwal Denma Mabes TNI, Sersan Mayor SP, dikeroyok oleh delapan pemuda. Akibat pengeroyokan itu, Serma SP mengalami luka-luka.
Berikut fakta-fakta pengeroyokan Dantim Provos Satpamwal Denma Mabes TNI oleh delapan pemuda.
BACA JUGA:
1. Alami luka-luka
Sersan Mayor SP mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh delapan pemuda tak dikenal. Tercatat bahwa ia mengalami mata kanan dan kiri memar, ada memar di kepala yang terasa pusing dan bengkak di bagian betis kaki kiri.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Gunarto mengatakan dirinya beserta jajaran telah menjenguk Serma SP yang hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur.
BACA JUGA:
"Kami tadi pagi juga sudah menjenguk korban di Rumah Sakit. Yang jelas kelihatan lebam di muka dan badan," ungkap Gunarto saat dihubungi, Selasa (10/10/2023).
2. Menunggu hasil visum
Gunarto mengatakan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur tengah menunggu hasil visum Serma SP guna melengkapi data-data penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut. "Kami masih menunggu visum dokter," ungkap Gunarto.
3. Berawal dari senggolan di jalan
Dia juga mengungkapkan kronologi dan motif pengeroyokan tersebut. Dia menjelaskan, saat itu Serma SP diketahui tengah mengendarai mobil Grand Max hitam namun bersenggolan dengan sepeda motor jenis Honda Beat, milik salah satu pemuda yang mengeroyoknya.
"Motifnya karena permasalahan di jalan, pada saat mengendarai kendaraan di jalan, kendaraan pelaku menyenggol kendaraan korban," tutur Gunarto.