4. Pelaku memanggil temannya
Gunarto melanjutkan, SP selaku korban tengah mengendarai mobilnya di tanjakan yang berposisi tikungan tajam. Namun tiba-tiba, mobil yang berada di depan kendaraan SP, berhenti mendadak sehingga mengakibatkan laju kendaraannya juga berhenti dadakan.
"Posisi jalan agak tanjakan dan tikungan tajam, dan pada saat yang bersamaan ada kendaraan lain di depan mobil korban yang berhenti, sehingga korban otomatis juga berhenti," jelas Gunarto.
BACA JUGA:
Disaat mengerem mendadak itulah, lanjut Gunarto, sepeda motor salah satu pemuda itu menabrak mobil SP. Lantaran tidak terima, keduanya mengalami percekcokan sehingga rekan dari pemuda tersebut ikut datang, dengan total delapan orang mengeroyok Serma SP.
5. Empat pelaku diamankan
Gunarto mengatakan, aksi pengeroyokan itu sempat dihentikan warga sekitar. Tak lama berselang, unit Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur datang ke lokasi guna mengamankan situasi agar menjadi kondusif.
"Dari delapan orang, pelaku sudah kami amankan empat orang. Kami sudah koordinasi dengan Dandenpom Jaya 2 dan Pom AU ihwal aksi pengeroyokan tersebut. Lantaran kelompok pemuda sebagai pelaku itu warga sipil, kami segera menindaknya," katanya.
BACA JUGA:
Meski baru empat orang diamankan, Gunarto mengatakan jajarannya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sisa empat orang lainnya. Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengeroyokan tersebut.
"Kita masih pemeriksaan saksi-saksi, Sudah kami amankan semua tadi subuh. Sekarang masih pemeriksaan di Polres,"pungkasnya.
Sekadar informasi, pelaku yang telah diamankan yaitu HL, SK, KK dan JKM, yang selanjutnya dibawa oleh Pakorkam Mabes TNI ke Polsek Cipayung, dan diarahkan untuk diproses di Polres Jakarta Timur.
Sementara itu barang bukti yang diamankan yakni 2 buah telepon genggam merek Oppo, 2 buah gawai Samsung dan satu unit sepeda motor beat Nopol B 5004 TLR.
(Nanda Aria)