"Terkait data obat-obatan kami sudah terima, tapi secara gambaran umumnya adalah data-data kebutuhan emergency case seperti perban, infus, dan benang jahit ya itu gambaran umumnya karena kasus-kasus trauma," ungkapnya.
Rumah Sakit Indonesia sempat terdampak serangan udara yang dikirimkan Israel pada bagian selang pipa distributor oksigen terkena serangan bom. Saat ini, kerusakan tersebut tengah dalam perbaikan dan masih dapat beroperasi.
"Jadi ada pusat oksigen konsentrat, ada pipa distribusinya itu terkena serangan bom. Namun demikian, dalam proses perbaikan ya, dan sampai sejauh ini operasional rumah sakit relatif masih bisa berproses dengan cukup baik," jelasnya.
(Fakhrizal Fakhri )