"Kami memperhatikan Solidaritas Aksi untuk Palestina yang mungkin muncul. Di situ tidak terlalu masalah karena sikap politik luar negeri Indonesia tegas. Kita selalu memperjuangkan yang pertama adalah kemerdekaan Palestina," ungkapnya.
Dan yang terakhir, Lemhannas juga melihat apakah pascaserangan Hamas memancing kemunculan aksi-aksi teror baru.
"Terutama untuk kepentingan-kepentingan negara-negara yang secara eksplisit dalam satu minggu ini lebih mendukung operasinya Israel daripada misalnya memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina," ucapnya.
"Itu yang sudah kami siapkan. Kami sudah menyerahkan laporan awalnya hari Senin. Lalu akan dilanjutkan kajian lebih dalam Senin depan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )