SMK Gratis yang Digagas Ganjar Pranowo Potensial Jadi Program Nasional

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 11 Oktober 2023 21:12 WIB
Ganjar Pranowo (Foto: Sindonews)
Share :

Adapun program SMKN gratis di Jateng telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa. Mereka berasal dari 3 SMKN Jateng yakni SMKN Jateng Semarang 825 lulusan, SMKN Jateng Pati 336 lulusan, dan 676 lulusan SMKN Jateng Purbalingga.

Pada tahun ini, sebanyak 258 siswa lulus di angkatan ke-7 dari tiga sekolah. Banyak dari mereka atau sekitar 70 persen lulusan sudah terserap di dunia kerja.

Bila dirinci mereka meliputi 113 lulusan diterima kerja, 22 lulusan diterima kuliah, 35 lulusan ikut kursus bahasa Jepang untuk kerja dan kuliah ke Jepang. Dan yang 10 lulusan ikut kursus bahasa Jerman.

Ganjar Pranowo juga menambah 15 SMK semi boarding di 15 kabupaten. Itu dilakukan Bacapres Partai Perindo itu untuk menampung siswa unggul dari keluarga miskin.

Adapun 15 sekolah tersebut dinamakan SMK Semi Boarding. Sebab, 30 siswa yang lolos seleksi masih belajar dengan siswa reguler meskipun mereka tinggal di asrama.

Doni menambahkan, sebelum mereplikasi program SMKN Jateng, Ganjar perlu mengubah paradigma SMK yang seolah hanya memproduksi pekerja tanpa memperhatikan kebutuhan industri. Untuk itu, pemerintah perlu menjembatani link and match antara kurikulum SMK dan industri.

Sehingga lulusan SMK mudah terserap di dunia kerja. "Apakah kita akan tetap seperti sekarang? Tidak ada bedanya lulusan SMK dengan SMA di mana anak SMK pun juga tetap bisa masuk di perguruan tinggi? Karena perubahan paradigma ini penting agar kita tidak sekedar memperbanyak SMK, tapi tidak mampu menjaga kualitas. Jadinya seperti sekarang, pengangguran tertinggi ada di lulusan SMK," tuturnya.

Pemerintah perlu siswa SMK agar melanjutkan pendidikan ke politeknik. Sehingga ilmu yang dipelajari lulusan SMK bisa diperdalam di tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan tidak sia-sia.

"Jalur SMK kurikulum diserahkan pada satuan pendidikan dan industri, pemerintah melakukan supervisi dan koordinasi. Jalur SMK harus tunggal, dari SMP, SMK, ke politeknik. Kalau tidak, akan tidak produktif dan buang-buang waktu dan biaya," pungkas Doni.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya