Atas perbuatannya, para tersangka di jerat dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam junto Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
"Ini diungkap berdasarkan informasi warga, kita berikan penghagaan bagi warga sipil maupun TNI, Brimob. Kita gelorakan keamanan milik bersama," pungkasnya.
(Arief Setyadi )