YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi BPPTKG menyebut dalam 12 jam terakhir terjadi 16 kali guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi dengan arah dan jarak luncur yang berbeda pada Jumat (14/10/2023) pagi.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa menuturkan secara umum kondisi cuaca di puncak Gunung Merapi adalah berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 15.7-18 °C, kelembaban udara 49-94.6 %, dan tekanan udara 875.8-918 mmHg.
"Gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah," tutur dia, Jumat (14/10/2023).
Dia menyebut, aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih tinggi. Diantaranya adalah gempa guguran sebanyak 42 kali dengan Amplitudo 3-25 mm dan berdurasi 23.28 hingga 147.84 detik)
Kemudian gempa Hybrid/Fase Banyak terjadi 102 kali dengan Amplitudo 3-10 mm dengan Durasi : 6.24-9.5 detik. Gempa Vulkanik Dangkal terjadi satu kali dengan Amplitudo 30 mm berdurasi 8.64 detik.
"Sekali gempa Tektonik Jauh dengan Amplitudo 3 mm dan berdurasi 55.7 detik," tambahnya.
Dia menyebut di puncak Gunung Merapi eramati 14 kali guguran lava pijar ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. Di samping itu juga teramati 2 kali guguran lava pijar ke arah kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Saat ini aktivitas Gunung Merapi Level masih III atau Siaga. Kendati demikian dia mengakui potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Masyarakat kami minta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," pungkasnya.
(Awaludin)