Bintoro menerangkan, pelaku diduga mencari sasarannya sacara random, hanya saja mereka lebih dahulu melakukan survei hingga profiling sebelum beraksi. Para pelaku beraksi sambil membawa senpi rakitan guna membuat satpam tak berani melawan saat hendak disekap.
"Hasil kejahatan berupa uang mereka bagi-bagi, sedangkan barang yang tak bisa digunakan seperti BPKB mereka buang. Otaknya kelima-limanya bersama," katanya.
Adapun para pelaku diciduk polisi pada Rabu, 11 Oktober 2023 saat hendak melakukan aksi perampokannya pula di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi kala itu baru mendeteksi keberadaan pelaku dan membuntutinya, hanya saja pelaku melawan saat hendak ditangkap sehingga para pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas.
(Angkasa Yudhistira)