Pengamanan Pemilu 2024, 1.500 Aparat Gabungan Dikerahkan di Kabupaten Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2023 10:06 WIB
Pengamanan Pemilu 2024, 1.500 aparat gabungan dikerahkan di Bogor. (MPI/Putra Ramadhani Astyawan)
Share :

BOGOR - Sebanyak 1.500 aparat gabungan dikerahkan dalam Operasi Mantap Brata Lodaya 2023-2024 di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Para personel itu akan mengamankan tahapan Pemilu 2024 hingga selesai.

"Kami bersama Forkompimda tadi dipimpin Bapak Dandim lalu kemudian kami mendampingi beliau saya dengan Bapak Kajari dan Sekda melaksanakan apel gelar pasukan terkait dengan Operasi Mantap Brata Lodaya 2023-2024. Hal ini bertujuan dalam rangka pengamanan Pilpres yang tahapannya sebentar lagi pendaftaran 19 Oktober 2023," kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Selasa (17/10/2023).

Operasi yang akan digelar sampir 1 tahun ini, akan mengamankan jalannya Pemilu 2024 mulai dari pendaftaran hingga pelantikan. Terlebih pada daerah atau tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan.

"Kami menempatkan 1.105 khusus anggota Polres, nanti kami akan meminta dari TNI dari Lanud dan seluruh Pemda agar kita bersama-sama menempatkan pada posisi yang rawan, TPS yang sangat rawan. Kita akan lebih konsen terhadap yang itu, agar dukungan logistik, logistik balik, pencoblosan segala macam bisa aman dan terkendali," tuturnya.

Pada dasarnya, pihaknya menganggap seluruh wilayah Kabupaten Bogor adalah rawan. Sehingga, seluruh personel bertugas secara maksimal.

"Jadi semua dari indeks kerawanan Pemilu yang telah dirapatkan di Jakarta bahwa Jawa Barat adalah lokasi yang sangat rawan sehingga dengan penduduk kurang lebih 50 juta khusus Kabupaten Bogor hampir 6 juta kami mengatakan semua adalah rawan. Agar anggota tidak underestimate persoalan yang terjadi. Tidak ada kami berpikir semua aman, tidak ada. Kami berpikir semua sangat rawan agar kami bisa menjaga masyarakat dengan tulus dan ikhlas," harapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya