Mereka tak tahu yang mereka gali adalah tempat pembuangan jasad Pahlawan Revolusi, Yusuf hanya ingat ada kejadian menarik, salah satu temannya, Pane kesurupan terus menangis.
“Dan dari kejauhan kita melihat panser masuk (ke lokasi). Pasukan item-item, pasukan katak terus melakukan penggalian. Kemudian, kita mendengar melihat beberapa petugas tadi yang jalan-jalan cari air cuci tangan basah karena lumpur, kabarnya ngangkat mayat,” ujarnya.
Usai berhasil menemukan mayat 6 jenderal dan satu perwira pertama, para tentara akhirnya pergi dari Lubang Buaya. Ketujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban yakni, Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani; Mayor Jenderal Raden Soeprapto; Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono; Mayor Jenderal Siswondo Parman; Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan; Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo; serta Lettu Pierre Andreas Tendean.
(Arief Setyadi )