Gus Dur tetap menyimak pernyataan peserta yang memprotesnya dengan tenang. Gus Dur lalu menjawab:
"Bagaimana Anda-Anda ini mau bicara dan membangun demokrasi kalau mimpi saja dilarang? Dalam demokrasi itu ada kebebasan, termasuk bebas bermimpi. Kalau Anda berani melarang orang bermimpi, pasti Anda berani melarang orang lain menggunakan haknya yang utama. Itu namanya bertentangan dengan demokrasi," urai Gus Dur.
Setelah penjelasan panjang lebar tadi, para peserta mulai tersadar bahwa substansi kehidupan berdemokrasi dimulai dari hal kecil, yaitu bermimpi. Apalagi mimpinya ketemu Founding Father Republik Indonesia, tentulah tidak pantas untuk dibatasi apalagi dilarang.
Diadaptasi dari buku Gus Dur, Kisah-Kisah Jenaka dan Pesan-Pesan Keberagaman karya Marwini, S.H.I., M.A., M.Si.
(Erha Aprili Ramadhoni)