Sikapi Dinamika Geopolitik, Indonesia Perlu Memainkan Peran sebagai Stabilisator

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 26 Oktober 2023 21:28 WIB
Seminar rivalitas strategis dan dinamika geopolitik (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA – Indonesia perlu memainkan perannya di tengah rivalitas negara adidaya yang tak kunjung mereda mengakibatkan instabilitas global dan menghambat laju pembangunan internasional. Hal itu semakin memperburuk pemulihan pasca Covid-19 ditambah dengan adanya konflik terbuka di berbagai belahan dunia (Perang Rusia-Ukraina, Perang Palestina-Israel, dan Konflik Laut Tiongkok Selatan).

Analis Politik dan Keamanan LAB 45 Omar Farizi W mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian LAB 45, dalam periode 5-10 tahun ke depan persaingan antarnegara adidaya akan terus berlangsung dengan bentuk dan bidang yang semakin meluas.

“Kondisi tersebut diperburuk dengan konstelasi poros global yang multipolar memiliki kerentanan menuai friksi berujung konflik dalam proses pergeseran tatanan dunia baru,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (26/10/2023).

Hal tersebut diungkapkan Omar dalam seminar yang digelar di Samarinda, bertema “Rivalitas Strategis dan Dinamika Geopolitik” yang digelar LAB 45 berkolaborasi bersama dengan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Mulawarman (UNMUL).

Omar menambahkan, untuk menghadapi dan mengamankan kepentingan nasional Indonesia, Omar menilai perlu diupayakan beberapa hal yakni, pertama, meningkatkan kapasitas-pengaruh Indonesia agar dapat memberikan ruang gerak lebih besar Indonesia sebagai stabilisator kawasan berdasarkan prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Kemudian, mengedepankan penegakan dan pembentukan norma-hukum internasional khususnya yang mendukung poros maritim dunia.

Selanjutnya perlu menguatkan inisiatif pengaturan kawasan yang solid, konsisten, dan pasti serta berorientasi kerja sama multilateral dalam menengarai perselisihan geopolitik. Terakhir perlu memantapkan relasi bilateral Indonesia dengan kelompok negara yang sepemahaman dan seperjuangan (ASEAN – Solidaritas Negara Selatan).

Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional UNPAR Adrianus Harsawaskita mengatakan, rivalitas strategis dalam tatanan geopolitik mengharuskan Indonesia untuk berkontribusi aktif dengan menjaga hubungan yang strategis dengan negara adidaya. Indonesia, menurutnya, mempunyai peluang untuk bertindak aktif dengan mendorong kerja sama pada kedua negara adidaya (Amerika Selatan dan Tiongkok) untuk dapat menciptakan kebijakan luar negeri bebas-aktif yang pragmatis.

“Hal ini dikarenakan dinamika geopolitik semakin berkembang dan tidak hanya dapat dipandang sebagai sebuah hubungan kawasan dan perlu dibingkai ulang sebagai perebutan ruang dalam konteks global,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya