Mohammad Yamin, Pemuda Sumatera Perumus Sumpah Pemuda

Nanda Aria, Jurnalis
Sabtu 28 Oktober 2023 04:15 WIB
Mohammad Yamin/Foto: Istimewa
Share :

Baris ketiga dari naskah rumusan yang dibuat oleh Yamin itu ditolak oleh M. Tabrani. Baris itu awalnya berbunyi, “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe”.

Sebagai ketua Kongres Pemuda I, M. Tabrani menolak usulan naskah itu.

 BACA JUGA:

Dia ingin bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa persatuan.

Perbedaan pendapat itu pun membuat keputusan naskah ditunda.

Kongres Pemuda II

Di Kongres Pemuda II, Yamin menjabat sebagai sekretaris yang mewakili Jong Sumatranen Bond.

Rapat pertama diselenggarakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

 BACA JUGA:

Melansir dari Museum Sumpah Pemuda, Yamin saat itu membicarakan soal arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

Menurutnya, terdapat lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.

Rapat ketiga diselenggarakan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106.

Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda buatan Yamin terlahir.

Yamin memberikan secarik kertas yang berisi naskah rumusan kepada ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito.

Dia sudah mengubah baris ketiga atas usulan dari M. Tabrani mengenai bahasa persatuan.

Sebelumnya baris itu berbunyi, “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe”. Kemudian bahasa Melayu diubah menjadi bahasa Indonesia.

Naskah itu pun langsung disetujui oleh Soegondo dan anggota panitia lainnya. Keputusan naskah akhir pun selesai. Berikut isi naskah asli Sumpah Pemuda.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Berkat Yamin, semangat keindonesiaan muncul. Gerakan yang semula bersifat kedaerahan atau kesukuan mulai melebur menjadi semangat persatuan Indonesia.

Oleh karena peran penting Sumpah Pemuda bagi gerakan kemerdekaan Indonesia, maka setiap tanggal 28 Oktober pun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya