Apa yang Diinginkan China dari Perang Israel-Hamas?

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 02 November 2023 14:32 WIB
Perang Israel dan Hamas semakin memanas dan menegang (Foto: Anadolu Agency)
Share :

Dia menjelaskan, secara khusus, Tiongkok memiliki hubungan positif dengan Palestina, Arab, Turki dan Iran.

“Bersama dengan AS yang memiliki hubungan baik dengan Israel, mereka bisa mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam perundingan,” terangnya, dikutip BBC.

Namun pengamat lain berpendapat bahwa Tiongkok masih merupakan pemain kecil dalam politik Timur Tengah.

"Tiongkok bukanlah aktor yang serius dalam masalah ini. Berbicara dengan masyarakat di kawasan ini, tidak ada yang mengharapkan Tiongkok berkontribusi terhadap solusi ini," kata Jonathan Fulton, peneliti senior non-residen di Atlantic Council yang berspesialisasi dalam hubungan Tiongkok dengan negara-negara Timur Tengah.

Pernyataan pertama Tiongkok mengenai konflik tersebut membuat marah Israel yang menyatakan “kekecewaan mendalam” karena Tiongkok tidak mengutuk Hamas atau menyebutkan hak Israel untuk membela diri.

Orang-orang bersenjata Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dari Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyandera sedikitnya 239 orang.

Sejak itu, Israel melancarkan serangan balasan di Gaza, yang menewaskan lebih dari 8.000 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas. Israel kini juga telah mengirimkan pasukan dan tank ke wilayah tersebut.

Setelah kehebohan atas pernyataan pertamanya, Wang kemudian mengatakan kepada Israel bahwa semua negara mempunyai hak untuk membela diri. Namun dia juga mengatakan di tempat lain bahwa tindakan Israel telah melampaui pembelaan diri.

Tiongkok menghadapi tindakan penyeimbangan yang sulit karena telah lama bersimpati secara terbuka terhadap perjuangan Palestina.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya