Edwin mengatakan, untuk sementara waktu situs Kemenhan dinonaktifkan agar CSIRT dapat mendalami dugaan peretasan dan mengidentifikasi akar permasalahannya.
"Situs Kemenhan merupakan sumber informasi penting bagi masyarakat, sehingga Kemhan berkomitmen untuk segera menghidupkan kembali situs resmi Kemhan setelah kegiatan assessment selesai dan keamanan jaringan terverifikasi," katanya.
"Kemenhan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat nonaktifnya situs Kemhan tersebut," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)