Menurut buku ‘Jenderal Soedirman Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia, Kisah Seorang Pengawal’ (1993), mengisahkan bahwa saat pemilihan yang dilakukan dalam rapat anggota TKR terdapat beberapa calon yang diajukan untuk menjadi panglima TNI. Seperti Hamengkubuwono IX, Oerip Soemohardjo. Soedirman, M Pardi, Suryadarma, dan Nazir.
Hingga akhirnya pada pemilihan ketiga, nama Kolonel Soedirman memperoleh suara terbanyak, dan menjadikan dirinya sebagai panglima TNI pertama.
Sosok Jenderal Soedirman dikenal sebagai seorang yang tidak mudah menyerah, pendiam, teguh hati, lemah lembut dalam bertutur kata, namun tetap tegas sebagai seorang pemimpin dan ketentaraan. Dirinya juga dikenal sebagai sosok yang cepat tanggap dalam mengambil keputusan, dan seorang pemimpin yang gemar mendengar pendapat orang lain. Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai sosok yang taat beragama dan rajin beribadah.
Hingga sepeninggalan Jenderal Soedirman, jabatan panglima TNI tidak dipilih kembali. Melainkan digantikan oleh Kolonel T.B Simatupang, yang diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP). Namun, saat ini di masa pemerintah Presiden Jokowi jabatan panglima TNI telah dikembalikan, dan pegang oleh Laksamana TNI Yudo Margono, yang dilantik pada tanggal 19 Desember 2022.
(Fakhrizal Fakhri )